Minggu, 13 November 2016




Peribahasa adalah kelompok kata atau kalimat yang menyatakan suatu maksud, keadaan seseorang, atau hal yng mengungkapkan kelakuan, perbuatan atau hal mengenai diri seseorang.Periahasa mencakup ungkapan pepatah, perumpamaan, ibarat, tamsil.(Kamus Umum Bahasa Indonesia susunan Badudu-zain (1994). Peribahasa merupakan ungkapan yang walaupun tidak langsung namun secara tersirat menyampaikan suatu hal yang dapat dipahami oleh pendengarnya atau pembacanya karena sama –sama hidup dalam ruang lingkup budaya yang sama.
Peribahasa merupakan bahasa berkias atau bahasa yang tidak mengungkapkan makna secara langsung, namun menggunakan perbandingan yang biasanya berbentuk kalimat atau juga berbentuk kalimat-kalimat ringkas yang berisi ungkapan, perumpamaan, perbandingan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku kehidupan KBBI, (2006:527).
Pada umumnya kelompok kata atau kalimat dalam peribahasa memiliki struktur susunan yang tetap, dan merupakan kiasan terhadap suatu maksud. Kalimat yang dipakai biasanya mengesankan dan memiliki arti luas. Di dalam suatu peribahasa terdapat unsur sistem budaya masyarakat yang berhubungan dengan nilai – nilai, pandangan hidup, norma dan suatu aturan dalam masyarakat .di kebudayaan melayu peribahasa sering dipakai atau di ucapkan dalam kehidupan sehari – hari, dengan kata lain sastra lisan ini merupakan salah satu sarana enkulturasi dalam proses penanaman nilai-nilai adat dari waktu ke waktu.

B.     Jenis – jenis peribahasa
Peribahasa bisa di bedakan menjadi dua jenis, yaitu peribahasa yang memiliki arti lugas dan peribahasa yang memiliki arti simbolis.Peribahasa yang memiliki arti lugas terdiri dari dua jenis, yaitu bidal dan pepatah, sedangkan peribahasa yang memiliki arti simbolis yaitu perumpamaan.
a)      Bidal.
Peribahasa jenis Bidal memiliki rima dan irama, seringkali digolongkan kedalam bentuk puisi.
Contoh :
-          Hidup segan mati tak mau

b)      Pepatah.
Peribahasa jenis pepatah memiliki isi yang ringkas, bijak dan seolah – olah diucapkan untuk mematahkan/mematikan ucapan orang lain.
Contoh :
-          Biar lambat asal selamat
-          Air tenang menghanyutkan.
-          Berjalan pelihara kaki, berkata peliharalah lidah.

c)      Perumpamaan.
Peribahasa dalam bentuk perumpamaan, ungkapannya mengandung arti simbolik, biasanya di mulai dengan kata seperti, bagai atau bak.
Contoh :
-          Datar bak lantai papan, licin bak dinding cermin.
-          Seperti pungguk merindukan bulan.
-          Laksana burung dalam sangkar.

d)     Ungkapan
Adalah gabungan kata yang maknanya sudah menyatu dan tidak ditafsirkan dengan makna unsur yang membentuknya.
Contoh :
-          Mereka sudah banyak makan garam dalam hal itu.
-          Hati – hati terhadapnya, ia terkenal si panjang tangan.


C.    Fungsi peribahasa

a.       Menyatakan pendirian tegas.
Perumpamaan sebagai salah satu jenis peribahsa juga boleh digunakan untuk menyatakan pendirian yang tegas. Asalkan dalam penggunaaanya dapat memilihan kata dan kiasan yang memberi kesan yang sangat mendalam.
b.      Mewujudkan kebaikan dan kepantasan dalam pergaulan.
Kebaikan dan kepantasan dalam pergaulan menunjukkan individu yang terlubat dalam pergaulan tersebut merasa senang dan gembira saat bergaul. Dalam pergaulan, peribahasa biasanya digunakan untuk menunjukkan sindiran atau pernyataan yang akan diungkapkan secaa halus agar tidak menyakiti perasaan.
c.       Menyindir dengan sopan.
Perumpamaan juga boleh digunakan untuk menyindir dengan sopan.Menyindir dengan sopan bertujuan untuk menegur seseorang dengan bahasa yang bertapis supaya tidak keterlaluan tetapi memberikan pesan yang tajam.Menyindir dengan sopan menandakan seseorang itu bijak menggunakan bahasa.Selain itu, pesan yang disampaikan menjadi lebih berkesan.
d.      Memberi nasihat.
Penggunaan peribahasa juga dapat digunakan sebagai nasihat.Peribahasa yang biasa digunakan seagai nasihat adalah perumpamaan. Biasanya permpamaan digunakan untuk memberi nasihat agar terdengar lebih sopan dan halus.

Tim Redaksi Shira Media. 2016. Kitab Lengkap Ejaan Yang Disempurnakan. Yogyakarta: Shira        Media.