Peribahasa adalah kelompok kata
atau kalimat yang menyatakan suatu maksud, keadaan seseorang, atau hal yng
mengungkapkan kelakuan, perbuatan atau hal mengenai diri seseorang.Periahasa
mencakup ungkapan pepatah, perumpamaan, ibarat, tamsil.(Kamus Umum Bahasa Indonesia
susunan Badudu-zain (1994). Peribahasa merupakan ungkapan yang walaupun tidak
langsung namun secara tersirat menyampaikan suatu hal yang dapat dipahami oleh
pendengarnya atau pembacanya karena sama –sama hidup dalam ruang lingkup budaya
yang sama.
Peribahasa merupakan bahasa berkias
atau bahasa yang tidak mengungkapkan makna secara langsung, namun menggunakan
perbandingan yang biasanya berbentuk kalimat atau juga berbentuk
kalimat-kalimat ringkas yang berisi ungkapan, perumpamaan, perbandingan,
nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku kehidupan KBBI, (2006:527).
Pada umumnya kelompok kata atau
kalimat dalam peribahasa memiliki struktur susunan yang tetap, dan merupakan
kiasan terhadap suatu maksud. Kalimat
yang dipakai biasanya mengesankan dan memiliki arti luas. Di dalam suatu
peribahasa terdapat unsur sistem budaya masyarakat yang berhubungan dengan
nilai – nilai, pandangan hidup, norma dan suatu aturan dalam masyarakat .di
kebudayaan melayu peribahasa sering dipakai atau di ucapkan dalam kehidupan
sehari – hari, dengan kata lain sastra lisan ini merupakan salah satu sarana
enkulturasi dalam proses penanaman nilai-nilai adat dari waktu ke waktu.
B.
Jenis
– jenis peribahasa
Peribahasa bisa di bedakan menjadi
dua jenis, yaitu peribahasa yang memiliki arti lugas dan peribahasa yang
memiliki arti simbolis.Peribahasa yang memiliki arti lugas terdiri dari dua
jenis, yaitu bidal dan pepatah, sedangkan peribahasa yang memiliki arti
simbolis yaitu perumpamaan.
a) Bidal.
Peribahasa
jenis Bidal memiliki rima dan irama, seringkali digolongkan kedalam bentuk puisi.
Contoh
:
-
Hidup segan mati tak
mau
b) Pepatah.
Peribahasa
jenis pepatah memiliki isi yang ringkas, bijak dan seolah – olah diucapkan
untuk mematahkan/mematikan ucapan orang lain.
Contoh
:
-
Biar lambat asal
selamat
-
Air tenang
menghanyutkan.
-
Berjalan pelihara
kaki, berkata peliharalah lidah.
c) Perumpamaan.
Peribahasa
dalam bentuk perumpamaan, ungkapannya mengandung arti simbolik, biasanya di
mulai dengan kata seperti, bagai atau
bak.
Contoh
:
-
Datar bak lantai papan, licin bak dinding cermin.
-
Seperti pungguk
merindukan bulan.
-
Laksana burung
dalam sangkar.
d)
Ungkapan
Adalah gabungan kata yang maknanya sudah menyatu dan tidak ditafsirkan
dengan makna unsur yang membentuknya.
Contoh :
-
Mereka sudah banyak
makan garam dalam hal itu.
-
Hati – hati
terhadapnya, ia terkenal si panjang tangan.
C.
Fungsi
peribahasa
a. Menyatakan
pendirian tegas.
Perumpamaan
sebagai salah satu jenis peribahsa juga boleh digunakan untuk menyatakan
pendirian yang tegas. Asalkan
dalam penggunaaanya dapat memilihan kata dan kiasan yang memberi kesan yang
sangat mendalam.
b. Mewujudkan
kebaikan dan kepantasan dalam pergaulan.
Kebaikan dan
kepantasan dalam pergaulan menunjukkan individu yang terlubat dalam pergaulan
tersebut merasa senang dan gembira saat bergaul. Dalam pergaulan, peribahasa
biasanya digunakan untuk menunjukkan sindiran atau pernyataan yang akan
diungkapkan secaa halus agar tidak menyakiti perasaan.
c. Menyindir
dengan sopan.
Perumpamaan juga
boleh digunakan untuk menyindir dengan sopan.Menyindir dengan sopan bertujuan
untuk menegur seseorang dengan bahasa yang bertapis supaya tidak keterlaluan
tetapi memberikan pesan yang tajam.Menyindir dengan sopan menandakan seseorang
itu bijak menggunakan bahasa.Selain itu, pesan yang disampaikan menjadi lebih
berkesan.
d. Memberi
nasihat.
Penggunaan peribahasa
juga dapat digunakan sebagai nasihat.Peribahasa yang biasa digunakan seagai
nasihat adalah perumpamaan. Biasanya permpamaan digunakan untuk memberi nasihat
agar terdengar lebih sopan dan halus.
Tim Redaksi Shira Media. 2016. Kitab Lengkap Ejaan Yang
Disempurnakan. Yogyakarta: Shira
Media.