Sabtu, 30 Juni 2018

tugas uas Diva Kirana Yopanka pgsd semester 6


Kisahku dan Zidny

Hai perkenalkan aku Amanda Zharifa, umurku 12 tahun, aku anak pertama dari 3 bersaudara rumahku di Jl. Anggrek No. 21 Bogor. Hari ini adalah hari pertamaku masuk sekolah di SMPN Anggrek Bogor setelah aku menyelasaikan Ujian Nasional di SD. Oiya aku lupa memperkenalkan adikku yaitu Zidny Maliq, tepatnya dia adalah kembaranku kata mama selisih kelahiran kami 1 jam 5 menit, kata mama cukup lama hampir saja adikku tidak tertolong karna lama proses persalinannya tapi Alhamdulillah Zidny lahir dengan selamat dan yang terakhir yaitu Arafah Hanggum. Aku dan Zidny tidak kembar seiras karna mungkin kita kembar cewek – cowok dan perwatakan kita juga tidak sama tapi menurutku kita itu cuek satu sama lain tapi kita saling menyayangi.
Tiba disekolah kami langsung menuju kelas kami masing-masing, “Deluan yah Zid” kataku, “iya” kata Zidny dengan nada datar. “Tadi siapa nda, temen kenalan kamu?” kata Astri, “Bukan, dia adikku tepatnya dia adalah kembaranku”,  “Wah seneng yah punya kembaran gitu” kata Astri, “Biasa aja, yaudah yuk masuk kelas” kataku. Bel berbunyi saatnya istirahat, aku dan teman-temanku langsung menuju kantin, dan aku melihat Zidny dan temannya yang sedang mengobrol, dari kejauhan dia sudah melihatku, tapi saat aku melewatinya, dia diam saja wajar saja karna dia cowok hehe. Dan tidak lama bel masuk.
Jam 1 pun tiba saatnya pulang sekolah, aku dan Zidny pulang berdua, sampai dirumah, “Assamualaikum” kataku dan bZidny, “Walaikumsalam sudah pulang ganti bajunya makan siang yah” kata mama, “Iya mah” kataku. “Nda ada PR ini ga?” kata Zidny, “Belum dibahas” kataku sambil makan siang, “Oh beda-beda yah” katanya, “Iya kali” kataku.
Keesokan harinya tiba disekolah “Nda besok kita ke taman yuk kan hari minggu kita lari pagi” kata Astri dan Dwi, “Yuk, kita kumpul dimana nih” kataku, “Kumpul didepan gang aja yah” kata Dwi, “Siap” kataku dan Astri.
Sesampainya dirumah “Assamualaikum” kataku, “Walaikumsalam, kaka, aa udah pulang” kata adikku Arafah, “Iya dong” kataku. “Nda, jagain adiknya dulu yah mama mau kepasar” kata mama sambil siap-siap mau kepasar, “Iya” kataku. Saat aku bermain dengan adikku Ara dihalaman tiba-tiba Ara terjatuh langsung saja Zidny menghampiri “Gimana sih kalo main hati-hati” dengan nada tegas dan sambil mengelap lutut Ara, “Iya” kata  Ara, manurutku sih aneh yah marah tapi sambil ngelapin lututnya Ara.
Keesokan harinya, aku, Astri dan Dwi lari pagi ke taman, Astri dan Dwi terus bertanya mengenai aku dan Zidny yang kembar, aku sih tidak terlalu risih dengan pertanyaan mereka karna waktu aku dan Zidny saat di SD pun banyak pertanyaan seperti itu. Tidak lama hujan pun turun kami pun langsung bergegas pulang, saat sampai di gang aku sudah melihat Zidny yang sedang memegang payung “Makanya kalo main itu inget waktu, kalau mau hujan langsung pulang” katanya dengan nada marah dan sambil memayungiku, “Iya ini juga udah pulang” kataku.
Keesokan harinya saat masuk sekolah ternyata hari ini Zidny tidak masuk sekolah karna sakit, aku berpikir mungkin sakitnya dia karna kemarin hujan-hujanan saat menunggu dan memayungiku, aku jadi ga enak dengan dia dan merasa kesepian karna aku berangkat sendiri. Bel pulang pun berbunyi “ Assamualaikum” kataku “Walaikumsalam, Nda nanti ambilin adiknya Zidny makan yah” kata mama “Iya” sambil nada males, aku pikir kok aku sih baru juga pulang sekolah tapi ya sudahlah. “Zid nih makannya” sambil menaruh makanan ke Zidny, tapi dia malah main PS “Kok main PS sih, lagi sakit juga, nanti ga sembuh-sembuh” kataku “Ini juga udahan, habisnya bosen”. Setelah 2 hari Zidny ga masuk akhirnya dia masuk juga, tapi keesokan harinya saat sekolah malah aku yang sakit mungkin karna cuacanya yang berubah-ubah jadi ga baik untuk kesehatan.
Tiba-tiba Zidny langsung masuk kamar “Nih nda buku matematikanya dari Astri” kata Zidny “Iya makasih yah” saat aku ga masuk sekolah Zidny lah yang suka memberikan informasi pelajaran sekolah kepadaku agar aku tidak ketinggalan belajar. Keesokan harinya aku dan Zidny seperti biasa masuk sekolah “Kok bisa bergilir gitu yah sakitnya abis Nda lalu ke Zidny” kata Dwi “Hehe gatau tuh” kataku, “Oh iya makasih yah Dwi dan Astri kamu kasih buku kalian ke Zidny saat aku ga masuk sekolah” kataku “Itu mah Bima nya yang minta katanya biar kamu ga ketinggalan pelajaran” kata Astri, wah aku bersyukur sekali punya Adik yang satu sekolah tepatnya kembaranku Zidny, dia perhatian sekali.
Sesampainya dirumah aku melihat Arafah, mama dan ayah sedang menonton tv bersama, aku langsung bertanya “Kok bisa sakit barengan gitu yah mah nda sama zidny?” kataku “Iya emang kalo kembar tuh, waktu kecil kalian juga gitu malah gamau terpisahkan kalau satunya nangis pasti yang satu lagi nangis” kata ayah “Iya karna kalau kembar itu punya perasaan sebatin dan punya keistimewaan yang ga dimiliki adik kaka lainnya” kata mama. Aku baru tahu kalau kembar seperti itu, aku pikir punya kembaran itu ga enak karna pasti jadi pertanyaan orang lain terus suka berantem deh tapi ternyata tidak, aku dan Zidny saling menyanyangi walaupun kami cuek pasti rasa kepedulian, rasa sayang kami sangat kuat dan menurutku cara kita menyanyangi sesorang itu berbeda-beda tidak harus selalu perhatian, baik setiap saat contohnya aku dan Zidny walaupun kami cuek tapi kami saling peduli dan menyanyi satu sama lainnya yang penting seseorang yang kami sayang mengetahui bahwa kami sayang kepadanya. Selesai.

Nama : Diva Kirana Yopanka
Nim   : H.1510276
Kelas : A1 Semt 6


4 komentar: